Lari dari realita

img_7511Minggu pagi. Gue selalu punya alasan untuk kabur dari realita setiap minggu pagi. Ya, Secangkir teh dan sandwich lagi lagi cuma alasan belaka untuk kembali lagi melakukan ritual ini. Karena memang sedikit waktu ini, buat gue sadar kalo gue butuh sendiri untuk healing dari semua hal yang terjadi. Keuangan, keluarga dan bahkan masalah perasaan yang gue alami, butuh penyembuhan sendiri di waktu seperti ini.

Berapa bulan terakhir ini, gue mulai sadar kadang suatu kebohongan itu sangat amat nyakitin. Apalagi, kalau kita baru sadar setelah sekian waktu berjalan. Kenapa mesti berbohong kalau memang masih bisa jujur? kita, pihak yang terbohongi selalu berfikir demikian. Akan tetapi, pasti saja sang pembohong selalu punya alasan tersendiri untuk berbohong. Akan tetapi, mereka ga pernah sadar, kebohongan demi kebohongan yang mereka lakukan, perlahan membuat diri mereka menjadi suatu momok besar untuk diri mereka sendiri. Disamping kebencian dan kesedihan, gue malah kuatir akan orang tersebut. Apa mereka sadar, bahwa mereka membangun suatu kegelapan di salam diri mereka, dan apakah mereka ga lelah akan semua kebohongan tersebut?

Karena buat gue sndiri, berbohong itu suatu yang melelahkan…. dan kita pasti merasa di hantui oleh perasaan bersalah terus menerus. Tapi yah, buat apa juga sih kalau di pikir pikir mikirin apa yang di rasain orang tersebut. wong rasanya mereka itu, orang orang yang menikmati berbohong menganggap ini suatu yang lumrah dan menyenagkan, bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s